Pages

Labels

Jumat, 26 November 2010

KECAKAPAN ANTAR PERSONIL

KECAKAPAN ANTAR PERSONIL

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi atau proses pemberian arti sesuatu antara dua atau lebih orang dan lingkungannya bisa melalui simbol, tanda atau perilaku yang umum, dan biasanya terjadi dua arah.


Komponen dalam komunikasi

Sender (pemberi pesan): individu yang bertugas mengirimkan pesan.

Receiver (penerima pesan): seseorang yang menerima pesan. Bisa bernbentuk pesan yang diterima maupun pesan yang sudah diinterpretasikan.

Pesan : informasi yang diterima, bisa berupa kata, ide atau perasaan. Pesan akan efektif bila jelas dan terorganisir yang diekspresikan oleh si pengirim pesan

Media: metode yang digunakan dalam pesan yaitu kata, bisa dengan cara ditulis, diucapkan, diraba, dicium. Contoh: catatan atau surat adalah kata; bau badan atau cium parfum adalah penciuman (dicium), dan lain-lain.

Umpan balik: penerima pesan memberikan informasi/ pesan kembali kepada pengirim pesan dalam bentuk komunikasi yang efektif. Umpan balik merupakan proses yang kontinyu karena memberikan respons pesan dan mengirimkan pesan berupa stimulus yang baru kepada pengirim pesan.

Prinsip-prinsip komunikasi :

Komunikasi bukanlah benda, ia sebuah proses

Komunikasi bersifat kompleks

Komunikasi tidak dapat digantikan

Komunikasi melibatkan keterlibatan yang total dari kepribadian kita

Komunikasi menjadi penting karena :

Dapat merupakan sarana terbina hubungan antar manusia

Dapat melihat perubahan perilaku yang terjadi pada individu

Dapat sebagai kunci keberhasilan seseorang

Dapat sebagai tolak ukur kepuasan seseorang

Di bawah merupakan hambatan umum yang sering saya hadapi saat berkomunikasi

1. Kecepatan berbicara

Terkadang saya tidak bisa mengontrol kecepatan berbicara, tanpa memahami apakah lawan bicara saya menegerti dengan apa yang saya bicarakan.

2. Komunikasi satu arah

Tidak ada umpan balik dari lawan bicara saya. Sehingga terkesan seperti berbicara sendiri.

3. Penggunaan bahasa yang kurang umum

Ada kalanya saat berbicara resmi, saya masih belum bisa mengontrol bahasa yang saya gunakan. Bahasa daerah yang saya gunakan, kadang membuat lawan bicara saya menjadi binggung. Sehingga pesan tidak bias tersampaikan dengan baik.

4. Kekacauan ide

Komunikasi tanpa persiapan bisa membuat saya kurang bahan bicara. Sehingga ide yang ingin saya sampaikan tidak sesuai/tepat urutannya.

5. Redudansi/ pengulangan

Mengatakan hal yang sama secara berulang-ulang dengan cara yang berbeda menyebabkan lawan bicara saya menjadi bingung dan tidak/ kurang memahami serta pola pembicaraan terlihat sangat monotone.

6. Sulit mengekspresikan diri

Dengan adanya ekspresi diri, maka komunikasi akan lebih hangat dan akrab, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik. Tetapi saya masih sulit mengeskpresikan diri sesuai dengan topic yang sedang dibicarakan apalagi jika lawan bicara saya adalah orang – orang penting.

7. Adanya emosi

Terkadang saya masih sulit mengendalikan emosi diri, apalagi jika ada lawan bicara yang terlalu angkuh,mau menang sendiri n selalu merendahkan orang lain.

(http://www.tugaskap.blogspot.com/)

Kecakapan antar personel adalah merupakan kemampuan secara individu dari masing-masing personel dalam rangka menyampaikan pendapatnya (opini) disertai dengan pemecahannya (solusinya) shingga masing-masing pihak yang mengikuti percakapan dapat saling menilai tingkat kemampuannya karena masing-masing personel mampu untuk menangkis serangan balik dari lawan bicaranya. Sedangkan berbagai macam persyaratan yang perlu dipenuhi dari setiap personel untuk dapat saling beargumentasi adalah berpendidikan cukup, memiliki kemampuan berkembang secara mental, serba ingin tahu, kemampuan analitis, memiliki daya ingat yang kuat, kepastian integratif, keterampilan berkomunikasi Rasionalitas dan objektivitas, adanya naluri untuk prioritas, “sence of urgncy”, “sence of timing”, “sence of cohensiveness”, memiliki sikap keberanian, kemampuan mendengar dan ketegasan.

Berkaitan dengan itu coba Saudara jelaskan mengenai memiliki kemampuan berkembang secara mental, Kapasitas integratif, kemampuan analitis, serba ingin tahu dan sence of timing.

Jawab :

Memiliki kemampuan berkembang secara mental / secara filosofis dapat dikatakan bahwa sesuatu organisme yang hidup, jika berhenti bertumbuh berarti sudah mulai dengan proses kematiannya. Dengan juga halnya dengan seseorang, yang jika tidak terus bertumbuh secara mental sesungguhnya telah mulai dnegan proses stagnasi dalam kehidupannya.

Kapasitas integratif

Dengan adanya fungsi-fungsi yang berbeda-beda, spesialisasi yang semakin beraneka ragam dan kepentingan yang berbeda-beda pula, kapabilitas integratif menjadi sangat penting karena hanya dengan kapasitas yang demikianlah administrasi dan organisasi sungguh-sungguh dapat digerakkan sebagai suatu “total system” kea rah pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Kemampuan analitis

Kemampuan menganalisa situasi yang dihadapi secara teliti, matang dan mantap merupakan prasyarat untuk suksesnya seseorang personel. Terutama apabila kemampuan itu dikaitkan dengan “super system” dan “sub system” yang selalu mempengaruhi organisasi dimana personel itu bekerja.


Serba ingin tahu

Secara filosofis lagi, dapat dikatakan bahwa satu-satunya hal yang konstan di dunia ini adalah perubahan. Perubahan lingkungan, perubahan alat, perubahan teknologi, perubahan prosedur keja adalah beberapa contoh dari bidang-bidang yang seyogyanya selalu mendapat perhatian. Kesadaran tentang perubahan-perubahan itulah yang memungkinkan seseorang personel menjadi inovatif dan kreatif. Salah satu hal yang perlu dihindarkan seseorang personel adalah perasaan puas terhadap hal-hal yang telah dicapainya.

Sence of timing

Mengetahui secara tepat tentang saat yang tepat atau tidka tepat untuk bertindak, penting untuk dimiliki. Pengetahuan ini penting untuk tujuan alokasi sumber-sumber yang terbatas dan untuk pertimbangan-pertimbangan psikologis.

(http://www.one.indoskripsi.com/node/3127)

Emosi

“Emosi” menurut Oxford English Dictionary, adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu; setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap. Ada dua macam emosi yang kita kenal, yaitu: “emosi negatif” dan “emosi positif”. Untuk bisa menjalani kehidupan dengan kegembiraan, kebahagiaan yang dinamis di sepanjang hidup kita, maka kita harus bisa mengatur dan mengendalikan “emosi Anda”.

Mengendalikan emosi tidak berarti kita berhenti merasa, atau berhenti mengekspresikan diri. Ini berarti, kita harus bisa mengenali, dan bisa memahami; mana yang berupa “emosi positif” dan mana yang “emosi negatif”. “Emosi negatif” itu mempunyai ciri khas, yaitu membuat perasaan frustasi, putus asa, dendam, iri hati, dengki, dan hal negatif lainnya. Sedangkan ciri “Emosi positif” adalah selalu membuat perasaan kita gembira, damai, sejahtera, rasa persahabatan, dan hal positif lainnya.

Memang kalau dipikirkan adalah sangat mengherankan, jika dalam setiap perilaku kita, peran emosi dalam pengendalian diri kita ternyata sangat besar. Anda mau semangat atau mau frustasi, itu juga merupakan hasil kerja emosi. Keputusan-keputusan dalam hidup kita, sebagian besar juga diambil berdasarkan emosi. Banyak sudah bukti, bahwa manusia dalam mengambil keputusan lebih sering didasarkan pada emosi. Penyair Inggris, Alexander Pope, yang pernah hidup 300 tahun lalu, mengatakan, “Nafsu yang memerintah, jadilah seperti keinginannya. Nafsu yang memerintah mengalahkan nalar pikiran”.

Mengingat bahwa emosi mempunyai dua sisi, “positif dan negatif”; maka semestinya kita bisa belajar mengatur dan mengendalikan emosi, dan bukan emosi yang justru mengatur dan mengendalikan diri kita. Kita harus selalu berusaha memahami kedua sisi emosi kita itu, semata-mata biar kita bisa mengendalikannya dengan baik.

………Pahamilah!… Anda semua mempunyai tujuan, disadari atau tidak. Apapun bentuknya, tujuan mempengaruhi hidup Anda. Rahasia menyatakan kebenaran adalah menentukan yang menyenangkan, yang benar-benar menginspirasi kreativitas dan membangkitkan gairah……….”

Siapa Saya ?

Bahagia…. Bahagia……

Mengenai diri saya, saya sendiri mencoba untuk mengenali siapa diri saya ini, dan hal-hal apa yang bisa membuat diri saya bisa bahagia, sedih, marah, gelisah, dan terutama mengenali dan mengendalikan diri saya saat saya lagi capek.

Terlahir di Rumah Sakit DR.Soetomo Surabaya ( mungkin ngga ada kaitannya saat ini saya kuliah di Univ.DR.Soetomo……. Rasanya narsis dan ngga’ penting jika saya membahas hal itu!!) di hari dan tanggal yang indah Sabtu, 07 Juli 1984. Terlahir dari seorang ibu yang cantik, baik, dan ibu terbaik di dunia ini. Keluarga yang sederhana namun tetap bahagia, itulah keluarga saya. Mengawali terjun di dunia pendidikan tahun 1989 di TK. Wachid Hasyim hingga sampai saat ini bisa kuliah di Unitomo kebanggaan kita semua, rasanya bahagia sekali jika saya sadar akan hal itu. Itu salah satu hal yang bias buat saya bahagia, dan jadi motivasi hidup saya. Bahwa saya harus selalu bersyukur padaNYa.

Hal lain yang bisa membuat saya bahagia adalah saat kedua orangtua saya bahagia. Seperti pada saat itu, saat aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta di Surabaya, sehingga saya bisa melanjutkan kuliah sampai saat ini. Tanpa henti-hentinya orang tua selalu bersyukur dan sangat bahagia. Tapi sedih rasanya jika saya ingat akan hal itu. Dua emosi layaknya dua hal yang mestinya tak saling beriringan tapi harus bersama. Dilema rasanya. Hal lain yang bisa membuat kedua orangtua saya sangat bahagia dan tentu saja diri saya sendiri tetapi kebahagiaan itu masih belum tewujud adalah mewujudkan cita-cita saya saat ini yaitu bias lulus kuliah. Tak bisa kubayangkan betapa bahagianya diriku, saat orangtua saya bisa melihat saya diwisuda.

Satu lagi yang bisa bikin saya bahagia yaitu saat saya mendapatkan sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bisa dikatakan surprise ato kejutan. Apapun bentuknya ( tapi bukan kejutan yang menyakitkan & keterlaluan ) yang nama kejutan tersebut akan saya hargai. Karena saya tahu bikin kejutan itu ngga gampang. Jadi aku harus bisa membuatnya bahagia. Dengan aku bahagia, aku yakin dia juga bahagia.

Kapan saya bersedih…..

Sedih….. mendengar saja mungkin orang akan menghindar. Tapi kemanapun kita berlari, dimanapun kita, yang namanya sedih ngga pandang bulu. Saat dia datang, wajah jadi kusam, kucel, kusut. Kapan saya sedih? Bisa dikatakan saya jarang sedih. Saya akan bersedih saat saya kehilangan atau terpisah dari orang –orang terkasih & tersayang. Seperi halnya pada saat itu saat saya masih kelas 2 SMP, saya masih ingat hari itu hari senin nenek tercinta kembali padaNya. Saat itu saya sangat sedih sekali bahkan bisa dikatakan sangat terpukul. Bagaiman tidak, saya adalah cucu yang paling dekat dengan beliau. Bahkan kedekatan saya dengan nenek, melebihi kedekatanku dengan ibuku. Lebih sering aku tidur di rumah nenek daripada di rumahku sendiri. Setelah pulang sekolah aku langsung ke rumah nenek, maklum saja rumahku dan rumah nenek masih satu desa. Aku hanya pulang saat akan berangkat sekolah.

Tidak beda jauh saat aku terpisah dari teman-teman kecilku. Dulu kita selau ber-empat. Kemana mana bersama. Hingga pada saatnya tiba, satu teman ku harus pindah ke luar kota, ikut orangtuanya karena mutasi tempat kerja. Saat itu kami baru saja naik kelas 2 SMP. Mulai saat itu kita ber-3 hingga kelulusan SMP. Lulus dari SMP, kita punya jalan masing-masing, tidak ada satupun dari kami bertiga yang satu sekolah. Demi kemajuan bersama, kita berpisah.

Dibangku STM, aku dapatkan sahabat baruku. Lebih dari seorang teman. Bisa dikatakan seorang saudara yang terpisah sekian lama, akhirnya bertemu saat mereka remaja. Singkat cerita kami harus berpisah, dia harus melanjutkan sekolah ke luar kota.

Mulai saat itu aku baru percaya, bahwa kebersamaan tak akan abadi. Ada saatnya berpisah. Tak ada yang abadi di dunia ini.

Untuk menghilangkan rasa sedih, saya punya cara tersendiri. Saat sedih datang, aku pergi ke tempat yang lapang atau ke sawah. Kemudian aku teriak sekencang-kencannya. Niscaya sedihku akan hilang.

Apa aku harus marah ……..?

Aku sendiri masih binggung, saat apa dan kapan aku marah. Yang dapat aku ceritakan adalah aku hanya diam, diam dan diam saat aku marah.Satu hal yang aku tekankan pada diriku adalah diam lebih baik daripada harus marah.

Saya kira itu saja yang dapat saya ceritakan tentang diri saya. Semoga ada manfaat bagi orang lain.

http://hariesyulianto.wordpress.com/kecakapan-antar-personal/

KECAKAPAN ANTAR PERSONAL

KEBEBASAN JASMANI DAN ROHANI

Antara kebebasan jasmani dan rohani terdapat hubungan yang sangat erat.
Dapat dikatakan bahwa tindakan adalah suatu kehendak yang menjelma dan menjadi nyata. Dan kehendak adalah permulaan tindakan.

Kehendak dan kemauan di satu pihak (maksud 2 kata itu sama) dan keinginan di luar pihak.

MAKNA KEBEBASAN EKSISTENSIAL

Kebebasan adalah tanda ungkapan martabat manusia karena kebebasannya. Manusia adalah makhluk yang otonom, yang menentukan diri sendiri, mengambil sikapnya sendiri. Kebebasan adalah mahkota martabat kita semua.

KEBEBASAN SOSIAL

Mengapa kebebasan biasanya kita hayati dalam hubungan dengan orang lain?
Kebebasan dalam arti kemampuan untuk menentukan diri kita sendiri, sedemikian kita, andai kita tidak banyak yang kita pikirkan membela kebiasaan kita terhadap usaha orang lain untuk menggerogoti karena kebebasan itu sendiri dihayati dalam hubungan dengan orang lain, maka hal itu disebut dengan ”kebebasan sosial”.

MACAM KEBEBASAN SOSIAL

Bagaimana kebebasan sosial kita dapat dibatasi orang lain? Ada 3 cara untuk dapat membatasi kebebasan seseorang. 2 cara pertama mengikuti 2 dimensi kebebasan eksistenisal yaitu: kebebasan jasmani dan rohani.

Kebebasan jasmani dibatasi dengan paksaan. Artinya orang lain dapat memakai kekuatan fisik untuk membuat kita tak berdaya. Kita bicara tentang paksaan dan pemerkosaan. Kebebasan rohani memang tidak dapat dibatasi secara langsung, karena batin kita tidak terbuka bagi penanganan orang lain. Tetapi karena batin kita terjalin erat dan terungkap dengan dalam kejasmanian kita, maka melalui manipulasi dari luar kebebasan rohani kita seperti sudah kita lihat dapat saja dimanipulasi, dibatasi bahkan dihancurkan. Dapat dikatakan bahwa kebebasan rohani kita dapat dikurangi melalui tekanan.

Kesamaan antara 2 cara pembatasan kebebasan sosial kita ini, paksaan/ tekanan psikis, ialah: bahwa kemampuan kita untuk menentukan diri dikurangi atau ditiadakan.

http://one.indoskripsi.com/node/8377

KECAKAPAN ANTAR PERSONAL

Marah

Jika saya marah lebih banyak diam dari pada bicara, yang membuat saya marah adalah kelelahan dan kreasi saya tidak di hargai orang lain padahal sudah susah-susah membuat, oleh karena itu cara meredam kemarahan saya denagn cara diam dan tidak mau bicara dengan orang lain .

Sedih

Apabilah saya sedih, saya selalu menyimpan didalam hati, banyak sekali yang membuat saya sedih, nilai jelek/ tidak lulus, dan apa yang saya inginkan tidak tercapai, kalau saya ingin menghilagkan, saya selalu melupakan hal-hal yang membuat sedih.

Bahagia

Kalau saya bahagia selalu menggungkapkan dengan kata-kata , apabila ngumpul dengan teman-teman, dan saudara kerabat dan canda tawa, selalu ada kebahagiaan saya dan teman-teman.

http://www.google.com/search?hl=en&rlz=1D2GGLD_enID365&q=kecakapan+antar+personal&start=20&sa=N

Kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dihadapi dalam komunikasi:

a. Dalam dialog salah satu peserta mengalami gangguan telinga (daya tangkap telinga lemah alias bolot). Proses ini terjadi apabila diantara salah satu pelaku mengalami penyakit budeg

b. Dalam berkomunikasi ruangan yang tidak nyaman atau ramai/berisik

c. Kurang konsentrasi

Proses ini akan terjadi jika seseorang dalam keadaan kurang tidur atau juga kurang cairan tubuh

http://doomlifehealth.wordpress.com/2008/05/23/tugas-kecakapan-antar-personal/

Goal:

> Ingin hidup yang sehat dan selamat serta sukses di kehidupan ini dan di kehidupan sesudah mati

Kekuatan:

> Memiliki semangat juang yang gigih

> Bersemboyan ” Effort,Patient,Spirit”

> Mengandalkan Do’a dan Restu dari Emak/Bapak sebelum berusaha

> Baca Basmalah sebelum berjuang

Kelemahan:

> Daya ingat sedikit lemah (agak pikun)

> Kurang pandai menguasai emosi kalo sedang lapar

> Dan masih banyak lagi kekurangannya karena maklum saya hanya manusia biasa

Hambatan:

> Godaan yang besar dari segala arah yang nyata maupun tak nyata

> Kadang-kadang sering ketiduran waktu belajar

Peluang:

> Memiliki banyak sahabat yang mempunyai cita2 yg sama dan mendukung tujuan saya

http://doomlifehealth.wordpress.com/2008/04/25/tugas-kecakapan-2/

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi atau proses pemberian arti sesuatu antara dua atau lebih orang dan lingkungannya bisa melalui simbol, tanda atau perilaku yang umum, dan biasanya terjadi dua arah.


Komponen dalam komunikasi :

Sender (pemberi pesan): individu yang bertugas mengirimkan pesan.

Receiver (penerima pesan): seseorang yang menerima pesan. Bisa bernbentuk pesan yang diterima maupun pesan yang sudah diinterpretasikan.

Pesan : informasi yang diterima, bisa berupa kata, ide atau perasaan. Pesan akan efektif bila jelas dan terorganisir yang diekspresikan oleh si pengirim pesan

Media: metode yang digunakan dalam pesan yaitu kata, bisa dengan cara ditulis, diucapkan, diraba, dicium. Contoh: catatan atau surat adalah kata; bau badan atau cium parfum adalah penciuman (dicium), dan lain-lain.

Umpan balik: penerima pesan memberikan informasi/ pesan kembali kepada pengirim pesan dalam bentuk komunikasi yang efektif. Umpan balik merupakan proses yang kontinyu karena memberikan respons pesan dan mengirimkan pesan berupa stimulus yang baru kepada pengirim pesan.

Prinsip-prinsip komunikasi :

Komunikasi bukanlah benda, ia sebuah proses

Komunikasi bersifat kompleks

Komunikasi tidak dapat digantikan

Komunikasi melibatkan keterlibatan yang total dari kepribadian kita

Komunikasi menjadi penting karena :

Dapat merupakan sarana terbina hubungan antar manusia

Dapat melihat perubahan perilaku yang terjadi pada individu

Dapat sebagai kunci keberhasilan seseorang

Dapat sebagai tolak ukur kepuasan seseorang

Di bawah merupakan hambatan umum yang sering saya hadapi saat berkomunikasi :

1. Kecepatan berbicara

Terkadang saya tidak bisa mengontrol kecepatan berbicara, tanpa memahami apakah lawan bicara saya menegerti dengan apa yang saya bicarakan.

2. Komunikasi satu arah

Tidak ada umpan balik dari lawan bicara saya. Sehingga terkesan seperti berbicara sendiri.

3. Penggunaan bahasa yang kurang umum

Ada kalanya saat berbicara resmi, saya masih belum bisa mengontrol bahasa yang saya gunakan. Bahasa daerah yang saya gunakan, kadang membuat lawan bicara saya menjadi binggung. Sehingga pesan tidak bias tersampaikan dengan baik.

4. Kekacauan ide

Komunikasi tanpa persiapan bisa membuat saya kurang bahan bicara. Sehingga ide yang ingin saya sampaikan tidak sesuai/tepat urutannya.

5. Redudansi/ pengulangan

Mengatakan hal yang sama secara berulang-ulang dengan cara yang berbeda menyebabkan lawan bicara saya menjadi bingung dan tidak/ kurang memahami serta pola pembicaraan terlihat sangat monotone..

6. Sulit mengekspresikan diri

Dengan adanya ekspresi diri, maka komunikasi akan lebih hangat dan akrab, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik. Tetapi saya masih sulit mengeskpresikan diri sesuai dengan topic yang sedang dibicarakan apalagi jika lawan bicara saya adalah orang – orang penting.

7. Adanya emosi

Terkadang saya masih sulit mengendalikan emosi diri, apalagi jika ada lawan bicara yang terlalu angkuh,mau menang sendiri n selalu merendahkan orang lain.

http://tugaskap.blogspot.com/

KESALAHAN YANG DI HADAPI DALAM KOMUNIKASI

- Ada nya perbedaan persepsi

- Terlalu cepat menyimpulkan

- Adanya pandangan stereotipe

- Kurangnya pengetahuan

- Kurang nya minat

- Sulit mengekspresikan diri

- Ada nya emosi

- Ada nya kepribadian tertentu

Komunikasi akan lebih efektif jika di lakukan dalam lingkungan yang menujang kalau tempatnya bising, ruangan sempti, tidak leluasa, untuk berkomunikasi dapat mengakibatkan ketegangan dan tidak nyaman.

http://naruot.wordpress.com/2008/05/26/tgs-kecakapan-3/

0 komentar:

Posting Komentar

silakan masukan komentar anda.